Tumblr Mouse Cursors
My Hum :)
Have just found this old pic

Have just found this old pic



4 days ago with 22 notes
originally ilovebianca27


4 days ago with 48 notes
originally woobluv


6 days ago with 1,096 notes
originally leilockheart


6 days ago with 997 notes
originally leilockheart

Repost

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Ketahuilah bahwa telah lama umat
menantikan ibu yang mampu melahirkan
pahlawan seperti Khalid bin Walid..
Agar kaulah yang mampu menjawab
pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia:
“Ataukah tak lagi ada wanita di negeri ini
yang
mampu melahirkan pahlawan?
Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi
mampu melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?” Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang
menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi
anaknya untuk terus berjuang melawan
kezaliman.
“Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’
kepada Abdullah
bin Zubair.
Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari
gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh
mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga
akhirnya Ibnu Zubair syahid.
Namanya abadi dalam sejarah syuhada’
dan kata-kata Asma’ abadi hingga kini. Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah seperti Nuwair binti Malik yang
berhasil
menumbuhkan kepercayaan diri dan
mengembangkan potensi anaknya.
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun.
Ia datang membawa pedang yang
panjangnya melebihi panjang tubuhnya,
untuk ikut perang badar.
Rasulullah tidak mengabulkan keinginan
remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya
untuk bisa berbakti kepada Islam dan
melayani Rasulullah dengan potensinya yang
lain.
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya
menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa
tahun berikutnya, ia terkenal sebagai
sekretaris wahyu.
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita
hingga kini: Zaid bin Tsabit. Jika suatu saat nanti kau jadi ibu…
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah
yang rela menggendong anaknya yang
masih balita ke masjid untuk shalat Subuh
berjamaah.
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk
taat beribadah,
gemar ke masjid dan mencintai ilmu.
Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan
imam Madzhab.
Ia tidak lain adalah Imam Ahmad. Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya.
Seperti Ummu Habibah.
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan
anaknya.
Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia
berdoa di depan
anaknya:
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh
alam!
Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu.
Aku rela melepaskannya untuk menuntut
ilmu
peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku
bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah
urusannya. Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat
melihat
sepulangnya nanti dengan dada yang penuh
dengan ilmu yang berguna, aamiin!”.
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin
Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama
aslinya,
tapi kita pasti mengenal nama besarnya:
Imam
Syafi’i. Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya
untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya
Abdurrahman.
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam
dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan
ia pula yang menyemangati anaknya untuk
mencapai cita-cita itu.
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguh
lah
menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang
anak.
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguh
lah, kamu adalah imam masjidil haram…”,
sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan.
Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi
imam masjidil Haram dan ulama dunia yang
disegani.
Kita pasti sering mendengar murattalnya
diputar di Indonesia, karena setelah menjadi
ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As-Sudais. Jika suatu saat nanti kau jadi ibu…
Jadilah orang yang pertama kali yakin
bahwa anakmu pasti sukses.
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama
pada anakmu.
Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail”
di pintu kamar anak itu. Ia menanamkan
kesadaran
sekaligus kepercayaan diri.
Diikuti keterampilan mendidik dan
membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor.
Bukan hanya doktor, bahkan doktor
terkemuka di dunia.
Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang
Kimia tahun 1999. #share#


6 days ago with 1 note

Hbdhbdhbd :D

Hbdhbdhbd :D


Happy late birthday ayuk eva :***

Happy late birthday ayuk eva :***


4 weeks ago with 1 note


1 month ago with 1 note

Taqobalallahu minna wa minkum
Happy eid mubarok 1435 H :)

Taqobalallahu minna wa minkum
Happy eid mubarok 1435 H :)


Ramadhan #20 : Shalatmu

Bila seorang manusia telah shalat tapi dia tidak bisa memberikan manfaat apapun dalam kehidupan. Shalatnya tidak bermakna apa-apa. Shalatnya mungkin sekadar ritual saja, hilang makna, tanpa esensi, tidak mengerti tujuan.

Shalat seorang manusia dibuka dengan takbir. Sebuah pengakuan…


1 month ago with 286 notes
originally kurniawangunadi

Ilmu memiliki tiga tahapan: jika seseorang memasuki tahapan pertama, ia merasa sombong. Jika dia memasuki tahapan kedua, ia merasa tawadhu (rendah hati). Dan jika ia memasuki tahapan ketiga, ia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya.
— Umar bin Khatab (via chevyiskandar)

1 month ago with 51 notes
originally chevyiskandar

See you sooooooon ♥

See you sooooooon ♥


Hbdkwb


1 month ago with 1 note

Bogor, 15 Juli 2014 17:59

Allahumma shayyiban naafi’a
Kota dengan julukan ‘kota hujan’ ini kembali diguyur hujan. Masih sama seperti 2 hari yang lalu dan hari-hari kemarin, membasahi kota ini menjadikan tanahnya subur.
Bukan hujan peluru yang menjadikan tanahnya porak poranda berlumuran darah.

Masih di kota ini, detik ini berkumandang adzan maghrib dari surau-surau di seluruh kota.
Denting sendok dan garpu diselingi gurau terdengar dr rumah-rumah elok di tengah kota.

Romadhon, bulan penuh berkah momen manis dimana satu keluarga bisa duduk bersama untuk sekedar melepas dahaga.
Romadhon, bulan penuh ampunan dimana suami, istri, ibu, atau anak harus melepas dahaga sendiri krn peluru-peluru itu sempurna bersarang ditubuh keluarga mereka.

Innalillahi wa inna illaihi raji’un.

Lagi lagi masih di kota ini, dimana makanan melimpah ruah dimana keamanan masih dijamin oleh petinggi-petinggi negeri ini dimana masih tergambar jelas senyum orang-orang yang kucinta.

Mungkin kami hanya setetes dibanding mereka yang hatinya dipenuhi cinta padaMu.
Mungkin kami hanya setitik dibanding mereka yang bibirnya selalu terucap ayatMu.
Mungkin kami hanya benar-benar sebagian kecil dibandingkan mereka yang dalam darahnya membuncah semangat untuk syahid membela agamaMu.
Allah Maha Besar

Wahai Maha Penyayang tempatkanlah mereka bersama orang-orang terdahulu yang cintanya padaMu tak pernah surut.
Wahai Maha Perkasa berikanlah kekuatan pada kami semua agar cinta kami padaMu selalu bertambah tiap detiknya.
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agamaMu. Istiqomahkanlah kami dalam kebaikan.
Tiada daya dan upaya selain karena pertolonganMu.

Di kota ini.
Masih dengan julukan ‘kota hujan’ nya seperti bertahun-tahun yang lalu, dengarlah bisik kami. Lantunan doa untuk semua keturunan Adam as, harapan tulus untuk agama yang dibawa Muhammad saw, di hari ke 17 bulan suci Romadhon kabulkanlah doa kami yaRabb.


theme by heloteixeira