Tumblr Mouse Cursors
My Hum :)
Selamat tahun kesepuluh bungsu kami, kotak tertawa kami, our little rebel ;)

Permohonan agar keselamatan terus menemanimu selalu bergemuruh dari rumah ini
Dari segelintir orang yang menyayangimu dengan tulus, begitu tulus bahkan sebelum ruh ditiupkan pada jasadmu

Permohonan agar kelak aku dia dan kamu bisa mengulaskan sedikit senyum pada seorang yang menurunkan sebagian parasnya, dan seorang yang lain yang menurunkan sebagian sifatnya. Kuharap bukan hanya seulas senyum, tapi juga sebuah mahkota emas dari kehidupan yang lain

Wahai Dzat yang Maha Pengasih, lindungilah dia selamatkanlah dia dekatkanlah dia selalu padaMu. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolonganMu. Istiqomahkan dia dalam kebaikan, pertemukanlah selalu dirinya dengan kebaikan, tunjukanlah dia pada kebaikan.
Wahai Sang Maha Mendengar, doa bisa pergi ke tempat mana pun yang tidak bisa aku datangi. Semoga. Dimana pun dia, hati kami bertaut, darah lebih kental dari air, tanpa ada alasan apapun, aku menyayanginya.

Eat well sleep well grow up well dude, happy birthday :)

Sincerely,
Ur one and only sister ♥

Selamat tahun kesepuluh bungsu kami, kotak tertawa kami, our little rebel ;)

Permohonan agar keselamatan terus menemanimu selalu bergemuruh dari rumah ini
Dari segelintir orang yang menyayangimu dengan tulus, begitu tulus bahkan sebelum ruh ditiupkan pada jasadmu

Permohonan agar kelak aku dia dan kamu bisa mengulaskan sedikit senyum pada seorang yang menurunkan sebagian parasnya, dan seorang yang lain yang menurunkan sebagian sifatnya. Kuharap bukan hanya seulas senyum, tapi juga sebuah mahkota emas dari kehidupan yang lain

Wahai Dzat yang Maha Pengasih, lindungilah dia selamatkanlah dia dekatkanlah dia selalu padaMu. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolonganMu. Istiqomahkan dia dalam kebaikan, pertemukanlah selalu dirinya dengan kebaikan, tunjukanlah dia pada kebaikan.
Wahai Sang Maha Mendengar, doa bisa pergi ke tempat mana pun yang tidak bisa aku datangi. Semoga. Dimana pun dia, hati kami bertaut, darah lebih kental dari air, tanpa ada alasan apapun, aku menyayanginya.

Eat well sleep well grow up well dude, happy birthday :)

Sincerely,
Ur one and only sister ♥



Bagai detak jantung yang ku bawa kemana pun ku pergi

Bagai detak jantung yang ku bawa kemana pun ku pergi


Selamat pagi senandung-senandungku ♥
Lagi-lagi aku mendengar perkataan orang, persahabatan yang berjalan 7 tahun akan berujung hingga akhir.
Tahun ke enam untukku, untuk kita. Aku harap perkataan orang itu benar, we’ll turn grey together.
Aku kesampingkan semua klise ttg persahabatan, krn yang kita punya bukan hal mudah. Lagi, aku tegaskan jarak dan waktu terlalu iri pada kita. Terlalu iri untuk memberikan ruang untuk aku sekedar melihat senyum kalian, memecah tawa bersama, bertukar peluk hangat.

Semoga, aku bisa berdamai dengan jarak. Bersahabat dengan waktu. Berhasil mengalahkan egoku untuk mengerti kalian, memahami kalian, menyayangi kalian hingga akhir.

Selamat tahun ke-6, sayang :)

Selamat pagi senandung-senandungku ♥
Lagi-lagi aku mendengar perkataan orang, persahabatan yang berjalan 7 tahun akan berujung hingga akhir.
Tahun ke enam untukku, untuk kita. Aku harap perkataan orang itu benar, we’ll turn grey together.
Aku kesampingkan semua klise ttg persahabatan, krn yang kita punya bukan hal mudah. Lagi, aku tegaskan jarak dan waktu terlalu iri pada kita. Terlalu iri untuk memberikan ruang untuk aku sekedar melihat senyum kalian, memecah tawa bersama, bertukar peluk hangat.

Semoga, aku bisa berdamai dengan jarak. Bersahabat dengan waktu. Berhasil mengalahkan egoku untuk mengerti kalian, memahami kalian, menyayangi kalian hingga akhir.

Selamat tahun ke-6, sayang :)


Repost

(Sebuah Kisah Nyata)

Rekening Atas Nama Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhu

1. Mungkin tak pernah terbayang oleh siapa pun, bila ada satu bank di Saudi Arabia yang sampai saat ini menyimpan rekening atas nama USMAN BIN AFFAN.

2. Apa kisah sebenarnya di balik pembangunan hotel ‘Usman bin Affan Ra’ yang saat ini sedang di bangun dekat Masjid Nabawi?

Apakah ada anak cucu keturunan Usman saat ini yang membangunnya atas nama moyang mereka?

Penasaran? Ikuti kisahnya berikut ini. Barangkali kita dapat mengambil pelajaran.

3. Setelah hijrah, jumlah kaum Muslimin di Madinah semakin bertambah banyak. Salah satu kebutuhan dasar yang mendesak adalah ketersediaan air jernih.

4. Kala itu sumur terbesar dan terbaik adalah Bi’ru Rumah, milik seorang Yahudi pelit dan oportunis. Dia hanya mau berbagi air sumurnya itu secara jual beli.

5. Mengetahui hal itu, Usman bin Affan mendatangi si Yahudi dan membeli ‘setengah’ air sumur Rumah. Usman lalu mewakafkannya untuk keperluan kaum Muslimin.

6. Dengan semakin bertambahnya penduduk Muslim, kebutuhan akan air jernih pun kian meningkat. Karena itu, Usman pun akhirnya membeli ‘sisa’ air sumur Rumah dengan harga keseluruhan 20.000 dirham (kl. Rp. 5 M). Untuk kali ini pun Usman kembali mewakafkannya untuk kaum Muslimin.

7. Singkat cerita, pada masa-masa berikutnya, wakaf Usman bin Affan terus berkembang. Bermula dari sumur terus melebar menjadi kebun nan luas.

Kebun wakaf Usman dirawat dengan baik semasa pemerintahan Daulah Usmaniyah (Turki Usmani).

8. Setelah Kerajaan Saudi Arabia berdiri, perawatan berjalan semakin baik. Alhasil, di kebun tersebut tumbuh sekitar 1550 pohon kurma.

9. Kerajaan Saudi, melalui Kementrian Pertanian, mengelola hasil kebun wakaf Usman tersebut. Uang yang didapat dari panen kurma dibagi dua; setengahnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Usman bin Affan.

10. Rekening atas nama Usman tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf.

Dengan begitu ‘kekayaan’ Usman bin Affan yang tersimpan di bank terus bertambah. Sampai pada akhirnya dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi.

11. Di atas tanah tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah hotel berbintang lima dengan dana masih dari ‘rekening’ Usman.

Pembangunan hotel tersebut kini sudah masuk tahap akhir. Rencananya, hotel ‘Usman bin Affan’ tersebut akan disewakan kepada sebuah perusahaan pengelola hotel ternama.

12. Melalui kontrak sewa ini, income tahunan yang diperkirakan akan diraih mencapai lebih 50 juta Riyal (lebih Rp. 150 M).

Pengelolaan penghasilan tersebut akan tetap sama. Separuhnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di ‘rekening’ Usman bin Affan.

13. Uniknya, tanah yang digunakan untuk membangun hotel tersebut tercatat pada Dinas Tata Kota Madinah atas nama Usman bin Affan.

14. Masya Allah, saudaraku, itulah ‘transaksi’ Usman dengan Allah. Sebuah perdagangan di jalan Allah dan untuk Allah telah berlangsung selama lebih 1400 tahun…..berapa ‘keuntungan’ pahala yang terus mengalir deras kedalam pundi-pundi kebaikan Usman bin Affan di sisi Allah Swt.
The End..(Tarjim: ust.Asep Sobari Lc)


Have just found this old pic

Have just found this old pic



1 month ago with 22 notes
originally ilovebianca27


1 month ago with 54 notes
originally woobluv


1 month ago with 1,181 notes
originally leilockheart


1 month ago with 1,007 notes
originally leilockheart

Repost

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Ketahuilah bahwa telah lama umat
menantikan ibu yang mampu melahirkan
pahlawan seperti Khalid bin Walid..
Agar kaulah yang mampu menjawab
pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia:
“Ataukah tak lagi ada wanita di negeri ini
yang
mampu melahirkan pahlawan?
Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi
mampu melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?” Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang
menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi
anaknya untuk terus berjuang melawan
kezaliman.
“Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’
kepada Abdullah
bin Zubair.
Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari
gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh
mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga
akhirnya Ibnu Zubair syahid.
Namanya abadi dalam sejarah syuhada’
dan kata-kata Asma’ abadi hingga kini. Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah seperti Nuwair binti Malik yang
berhasil
menumbuhkan kepercayaan diri dan
mengembangkan potensi anaknya.
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun.
Ia datang membawa pedang yang
panjangnya melebihi panjang tubuhnya,
untuk ikut perang badar.
Rasulullah tidak mengabulkan keinginan
remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya
untuk bisa berbakti kepada Islam dan
melayani Rasulullah dengan potensinya yang
lain.
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya
menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa
tahun berikutnya, ia terkenal sebagai
sekretaris wahyu.
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita
hingga kini: Zaid bin Tsabit. Jika suatu saat nanti kau jadi ibu…
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah
yang rela menggendong anaknya yang
masih balita ke masjid untuk shalat Subuh
berjamaah.
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk
taat beribadah,
gemar ke masjid dan mencintai ilmu.
Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan
imam Madzhab.
Ia tidak lain adalah Imam Ahmad. Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya.
Seperti Ummu Habibah.
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan
anaknya.
Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia
berdoa di depan
anaknya:
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh
alam!
Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu.
Aku rela melepaskannya untuk menuntut
ilmu
peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku
bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah
urusannya. Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat
melihat
sepulangnya nanti dengan dada yang penuh
dengan ilmu yang berguna, aamiin!”.
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin
Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama
aslinya,
tapi kita pasti mengenal nama besarnya:
Imam
Syafi’i. Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya
untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya
Abdurrahman.
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam
dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan
ia pula yang menyemangati anaknya untuk
mencapai cita-cita itu.
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguh
lah
menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang
anak.
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguh
lah, kamu adalah imam masjidil haram…”,
sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan.
Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi
imam masjidil Haram dan ulama dunia yang
disegani.
Kita pasti sering mendengar murattalnya
diputar di Indonesia, karena setelah menjadi
ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As-Sudais. Jika suatu saat nanti kau jadi ibu…
Jadilah orang yang pertama kali yakin
bahwa anakmu pasti sukses.
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama
pada anakmu.
Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail”
di pintu kamar anak itu. Ia menanamkan
kesadaran
sekaligus kepercayaan diri.
Diikuti keterampilan mendidik dan
membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor.
Bukan hanya doktor, bahkan doktor
terkemuka di dunia.
Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang
Kimia tahun 1999. #share#


1 month ago with 1 note

Hbdhbdhbd :D

Hbdhbdhbd :D


Happy late birthday ayuk eva :***

Happy late birthday ayuk eva :***


2 months ago with 1 note


2 months ago with 1 note

Taqobalallahu minna wa minkum
Happy eid mubarok 1435 H :)

Taqobalallahu minna wa minkum
Happy eid mubarok 1435 H :)


theme by heloteixeira